Senin, 24 November 2014

INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM (IAID) CIAMIS-JAWA BARAT

SEJARAH INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM







 Rektor
Dr. H. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.

MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) DARUSSALAM CIAMIS




SEJARAH BERDIRINYA MAN DARUSSALAM CIAMIS
Pada paruh 1929, Kyai Ahmad Fadlil (meninggal tahun 1950) ayahanda K.H. Irfan Hielmy (alm), memulai kisah pendirian Pondok Pesantren dengan sebuah mesjid dan sebuah bilik sebagai asrama. Santri yang pertama mondok adalah pemuda-pemuda setempat yang tidak saja diajarai ilmu-ilmu agama tetapi diajak mengolah sawah, bercocok tanam, dan diberi contoh bagaimana memelihara bilik dan memakmurkan mesjid.

MTs. Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis


Dr. H. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag
Kepala Mts. Al-Fadliliyah

Visi
Memiliki keunggulan kepribadian dan jiwa kepemimpinan secara kaffah

Misi
1. Membangun keterampilan berbahasa asing
2. Membangun motivasi dan bakat individual
3. Meningkatkan keterampilan memimpin
4. Menanamkan nilai spiritualitas dalam sistem pembelajaran
5. Membentuk pribadi-pribadi unggulan melalui keimanan, ilmu   dan amal shaleh

SMA PLUS DARUSSALAM CIAMIS



Drs. H. Koko Komaruddin, M.Pd.
Kepala SMA Plus Darussalam Ciamis



SEJARAH SINGKAT SMA PLUS DARUSSALAM CIAMIS




Satu hal yang acap dikenang oleh alumni Pesantren Darussalam adalah kebersahajaan pesantren ini dalam keseharian santrinya. Bahkan, seperti yang kerap terucap dari K.H. Irfan Hielmy (Alm)-pendiri Pesantren Modern Darussalam yang selalu mengajarkan kebersahajaan- setiap kali menerima kunjungan tamu, selalu disambut dengan kalimat yang sama, seolah menegaskan bagaimana seharusnya santri Darussalam mengambil posisi dengan kerendah-hatian, "selamat datang di tempat kami, pesantren yang sangat sederhana."

PONDOK PESANTREN DARUSSALAM CIAMIS
SEJARAH PONDOK PESANTREN DARUSSALAM CIAMIS






Satu hal yang acap dikenang oleh alumni Pesantren Darussalam adalah kebersahajaan pesantren ini dalam keseharian santrinya. Bahkan, seperti yang kerap terucap dari K.H. Irfan Hielmy (Alm)-pendiri Pesantren Modern Darussalam yang selalu mengajarkan kebersahajaan- setiap kali menerima kunjungan tamu, selalu disambut dengan kalimat yang sama, seolah menegaskan bagaimana seharusnya santri Darussalam mengambil posisi dengan kerendah-hatian, "selamat datang di tempat kami, pesantren yang sangat sederhana."